MEDIATOR PA SIMALUNGUN BERHASIL LAGI MENDAMAIKAN PARA PIHAK YANG BERPERKARA

 

(pasimalungun.net/ Rabu, 10 Desember 2014). Mediasi merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa sebagai terobosan atas cara-cara penyelesaian tradisional melalui litigation (berperkara di pengadilan). Pihak ketiga (mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat.  Mediasi diwajibkan pada hari sidang pertama yang dihadiri para pihak (pasal 11 ayat (1) PERMA No. 1 Thn 2008).  Hal pokok inilah yang menjadi perhatian dan prioritas di Pengadilan Agama Simalungun untuk berusaha mendamaikan para pihak yang berpekara dan hari ini selesailah perkara perceraian No. 502/Pdt.G/2014/PA. Sim dengan Majelis yang diketuai oleh Drs. Asman Syarif, MH (Wakil Ketua Pengadilan Agama Simalugun) dengan Hakim Mediator Drs. Badaruddin Munthe, SH.  

Perselisihan, Argumentasi, Pertentangan antara kedua belah pihak mengenai ketidakjujuran dalam rumah tangga menjadi tantangan tersendiri didalam proses mediasi tetapi hal ini tak menyurutkan semangat Drs. Badaruddin Munthe, SH untuk membantu  memberikan alternative penyelesaian pemasalahan kepada kedua belah pihak yang ingin bercerai . Mediasi perkara 502/Pdt.G/2014/ PA.Sim antara Nh bt Sp dengan Rh bn Ak telah berlangsung mulai dari 26 Nov 2014 s/d 10 Des 2014. Dengan berbagai strategi berupa masukan-masukan dan  pengertian yang digunakan oleh Badaruddin Munthe, SH akhirnya proses mediasi mencapai kesepakatan bersama. Kedua belah pihak berhasil mengubah keputusannya untuk bercerai di Pengadilan Agama Simalungun. Mereka sepakat untuk rujuk kembali membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa  rahmah. Dengan mantap kedua belah pihak akhirnya melangkah keluar ruangan dengan hati yang lega karena permasalahan yang mengganjal hati telah terselesaikan oleh Hakim Mediator. Mediasi kali ini berhasil lagi karena usaha yang sungguh-sungguh dari Hakim Mediator  PA Simalungun.

 

WE DUA - A DUABELAS BE CE

 

(pasimalungun.net/ 28 November 2014) Dengan semangat olahraga, menjunjung sportivitas dan menggalang kebersamaan, keluarga besar Pengadilan Agama Simalungun bergotong royong menyumbang dana dan tenaga membuat lapangan badminton di lingkungan kantor PA Simalungun.

 

Dari ide yang tercetus saat menikmati coffe morning, dari kepulan asap rokok yang mengudara dan dari kombur malotup diskusi hukum dan lain-lain para pegawai untuk berusaha menjaga stamina jasmani dan ruhani menunjang etos kerja supaya berhasil maksimal, maka terlaksanalah gotong royong pembuatan lapangan tersebut hanya dalam tempo yang singkat.

 

Dengan adanya lapangan badminton yang terletak di samping kantor, ada harapan agar seluruh keluarga besar PA Simalungun  di sela-sela kesibukan bekerja dapat meluangkan waktu berolahraga, mengucurkan keringat sekaligus mengeluarkan kepadatan zat besi yang terkandung atau apapun bentuknya yang mengganggu kestabilan tubuh.

 

Semua berjalan spontan, seperti ide pembuatan, pengerjaan, sampai kepada nama. Tertulis di tengah lapangan : W2-A12 bc.( belum memakai lambang ).

W2-A12          :  merupakan kode surat untuk PA Simalungun,

Bc                    :  singkatan dari Badminton Club.

 

Hari-hari yang akan datang lapangan akan terisi dengan permainan, hari jumat pagi ataupun sore sepulang kerja.

Bersama kita bekerja, bersama kita berolahraga, Insya Allah bersama kita sehat sejahtera………


……………………………………………….jumat barokah, 28 sebelas 2014, pholes….

 

 

 

SEPASANG SUAMI –ISTERI YANG SEDANG BERPERKARA RUKUN KEMBALI SETELAH BERHASIL DIDAMAIKAN OLEH MEDIATOR DI PA.SIMALUNGUN

 

 

Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan (damai) para pihak dengan dibantu oleh mediator (pasal  1 butir 7 PERMA No. 1 Thn 2008). Semua perkara perdata wajib dimediasi kecuali: perkara niaga, pengadilan hub industrial, keberatan atas putusan bpsk dan kppu (pasal 4 PERMA No. 1 Thn 2008). Mediasi diwajibkan pada hari sidang pertama yang dihadiri para pihak (pasal 11 ayat (1) PERMA No. 1 Thn 2008).

Karena begitu besarnya manfaat mediasi dalam membantu penyelesaian sengketa, maka jajaran pimpinan dan majelis hakim PA. Simalungun selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan mediasi dengan para pihak, bukan hanya sekedar formalitas saja, namun sedikit sekali yang berhasil didamaikan. 

Seperti hari-hari biasa pada Selasa tanggal 25 November 2014 di PA. Simalungun sejak pagi telah ramai didatangi oleh masyarakat pencari keadilan, ada yang sekedar minta informasi, ada yang ingin mendaftarkan perkara dan ada yang akan mengikuti persidangan dan ada pula yang akan mengikuti proses mediasi.

Diantara perkara yang di mediasi hari itu adalah perkara cerai gugat Nomor 474/Pdt.G/2014/PA.Sim.  antara SI bt PE dengan Syd bn Kmn, yang ditangani oleh majelis hakim yang diketuai oleh Bpk. Risman Hasan, SHI, MH., dengan mediator Bpk. Drs. Asman Syarif, MHI (Wakil Ketua PA. Simalungun), hari ini adalah mediasi  tahap kedua bagi pasangan tersebut dan pada mediasi tahap pertama pihak Penggugat masih bersikukuh untuk tetap ingin bercerai, namun pada mediasi tahap kedua hari ini, walaupun pada awalnya pihak Penggugat tetap bersikeras untuk bercerai, tetapi dengan kepiawainnya Mediator berusaha memberikan berbagai saran, nasehat dan masukan untuk mengajak para pihak untuk berfikir dan merenung tentang mudharat dan akibat perceraian itu bagi kedua belah pihak dan bagi anak-anak mereka yang merupakan karunia dan amanah dari Allah SWT. Setelah melalui dialog dan diskusi yang panjang dan alot, akhirnya Alhamdulillah pasangangan tersebut menyadari kekhilafan masing-masing dan bertekad untuk sama-sama memperbaiki diri dan sepakat untuk kembali merajut cinta kasih dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan sepakat juga untuk mencabut perkaranya dan setelah mencabut perkaranya dalam sidang hari itu juga, akhir kedua bersalaman dan berpelukan dan pulang dengan wajah cerah dan hati yang damai.  

Atas keberhasilan ini Ketua PA. Simalungun memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Majelis Hakim dan Bapak Wakil Ketua sebagai mediator dalam perkara ini, dengan harapan semoga keberhasilan ini bisa menjadi penyemangat kita untuk melakukan mediasi dengan maksimal.

 

 


TANPA AKSI TIADA YANG TERJADI……

“SELAMAT ATAS JUARA I PENATAUSAHAAN DAN SERTIFIKASI BMN”

 

Pasimalungun.net (21 November 2014) Ketika kita mendapat ilmu, apakah dari buku atau belajar dari guru atau dari pelatihan dan pengarahan, saat itu kita merasa mengerti lalu kita MENGANGGUK-ANGGUK tandanya faham, itu bagus. Tetapi yang lebih penting bukan anggukannya melainkan PEMAHAMAN KITA DENGAN MELAKSANAKAN ILMU TERSEBUT…..

 

Nah itulah yang terjadi pada Bagian Urusan Umum Pengadilan Agama Simalungun.

Mereka bekerja, mengikuti pendidikan dan pelatihan serta diarahkan, mereka mengangguk dan melaksanakannya dengan bekerja sungguh-sungguh, teliti, cermat, akurat serta ikhlas, sehingga hasil pekerjaan mencapai target maksimal.

 

Pada Acara Refleksi dan apresiasi pengelelolaan BMN Tahun 2014 atas capaian kinerja Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di Wilayah Kerja Kanwil DJKN Sumatera Utara yang dilaksanakan Kanwil DJKN Sumatera Utara pada hari Jumat 21 November 2014 di Aula Rekreasi Gedung keuangan Negara,Medan. Pengadilan Agama Simalungun mendapat penghargaan sebagai :

“ JUARA I  Penatausahaan dan Sertifikasi BMN untuk Lingkup kerja KPKNL Pematangsiantar “. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil DJKN Sumatera Utara yaitu Bapak Hadi Purnomo.

 

Menindak lanjuti hal tersebut, seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Simalungun merasa berbahagia serta mawas diri atas prestasi tersebut, untuk terus bekerja benar dan baik di hari-hari yang akan datang. Bapak Risman Hasan. S.HI.,MH selaku pimpinan apel pagi Senin 24 Nopember 2014. Atas nama  pimpinan dan pegawai Pengadilan Agama Simalungun mengucapkan Selamat dan Terima Kasih kepada Urusan Umum Pengadilan Agama Simalungun atas prestasi yang dicapai.

 

Diringi tepuk tangan seluruh peserta apel pagi, pimpinan dan pegawai menyalami rekan kerja yang telah mendapat prestasi, dengan tekad dalam hati masing-masing : KERJA KERJA KERJA…..

 

Kain sulam dua kajang

Dibeli dari negeri Cina

Piagam didapat langsung dipajang

Sebagai penyemangat kita semua…

 

Apapun yang kita dapat,  kesakitan, kegembiraan, nikmat, musibah atau yang lain, sepanjang itu kita arahkan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah, itu menjadi kebaikan. Tetapi kalau itu kita arahkan kepada maksiat maka itu merupakan Bala. Untuk itu marilah kita berdoa, semoga kita dijauhkan Allah dari segala Bala…amin. Selamat bekerja saudaraku…..(by. Phoels)