KUNJUNGAN DARI KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA MEDAN DI

PENGADILAN AGAMA SIMALUNGUN

 

(pasimalungun.net/ Jum'at, 20 Februari 2015). Pada hari jum’at, 20 Februari 2015 yang lalu. Suasana berbeda dari pada hari-hari jum’at biasanya, para pejabat dan pegawai PA  Simalungun dan PA Pematangsiantar sejak pukul 08.00 Wib sudah berkumpul di PA Simalungun.

Ternyata Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Bapak Drs. H. Moh Thahir, S.H.,M.H beserta rombongandatang bersilatuhrahmi dan mengadakan Pembinaan di Pengadilan Agama Simalungun, setelah satu hari sebelumnya berkeliling menikmati indahnya Danau Toba di Kabupaten Simalungun. Setelah tiba di Pengadilan Agama Simalungun dan berbincang-bincang sejenak di ruangan Ketua Pengadilan Agama Simalungun, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Bapak Drs. H. Moh Thahir, S.H.,M.H beserta Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Simalungun, Drs. Syafii dan Drs. Asman Syarif, MH dan Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar, Drs. M. Jhon Afrijal, S.H., M.H dan Drs. H. Juwaini, S.H.,MH dan Pansek PA Simalungun, Wardiah A. Nasution, SH beserta Hakim dan pegawai dari kedua PA memasuki ruangan pertemuan yang dilaksanakan di ruang sidang Pengadilan Agama Simalungun.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Simalungun dan diikuti dengan perkenalan dari semua pejabat dan pegawai Pengadilan Agama Simalungun dan Pengadilan Agama Pematangsiantar yang dipimpin langsung oleh Bapak KPTA Medan. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan pembinaan dari Bapak KPTA Medan. Pengarahan dan pembinaan dari KPTA Medan menintikberatkan pada peningkatan kinerja yang dimulai dari peningkatan kehadiran para pegawai pengadilan agama. Bapak KPTA Medan juga berharap agar penggunaan IT di Pengadilan Agama se-Sumatera Utara lebih ditingkatkan lagi demi meningkatkan kinerja yang lebih maksimal lagi. Semua yang hadir terlihat menyimak dan mendengarkan pembinaan dan arahan-arahan yang disampaikan oleh Bapak KPTA Medan. Acara di tutup oleh sesi tanya jawab yang dipandu oleh Bapak Ketua PA Pematangsiantar dan diakhiri dengan saling bersalaman dengan semua pegawai dari kedua PA.  Sebelum berpamitan Ketua PTA Medan berkeliling meninjau seluruh ruangan di Pengadilan Agama Simalungun dan sholat Jum’at bersama di Mesjid As’Syuhada Kabupaten Simalungun. Setelah makan siang bersama Bapak KPTA Medan bersama rombongan kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Medan dengan diiringi doa selamat sampai tujuan. Sampai berjumpa lagi Bapak KPTA Medan… 

 

 

MEDIATOR PA SIMALUNGUN BERHASIL LAGI MENDAMAIKAN PARA PIHAK YANG BERPERKARA

 

(pasimalungun.net/ Rabu, 10 Desember 2014). Mediasi merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa sebagai terobosan atas cara-cara penyelesaian tradisional melalui litigation (berperkara di pengadilan). Pihak ketiga (mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat.  Mediasi diwajibkan pada hari sidang pertama yang dihadiri para pihak (pasal 11 ayat (1) PERMA No. 1 Thn 2008).  Hal pokok inilah yang menjadi perhatian dan prioritas di Pengadilan Agama Simalungun untuk berusaha mendamaikan para pihak yang berpekara dan hari ini selesailah perkara perceraian No. 502/Pdt.G/2014/PA. Sim dengan Majelis yang diketuai oleh Drs. Asman Syarif, MH (Wakil Ketua Pengadilan Agama Simalugun) dengan Hakim Mediator Drs. Badaruddin Munthe, SH.  

Perselisihan, Argumentasi, Pertentangan antara kedua belah pihak mengenai ketidakjujuran dalam rumah tangga menjadi tantangan tersendiri didalam proses mediasi tetapi hal ini tak menyurutkan semangat Drs. Badaruddin Munthe, SH untuk membantu  memberikan alternative penyelesaian pemasalahan kepada kedua belah pihak yang ingin bercerai . Mediasi perkara 502/Pdt.G/2014/ PA.Sim antara Nh bt Sp dengan Rh bn Ak telah berlangsung mulai dari 26 Nov 2014 s/d 10 Des 2014. Dengan berbagai strategi berupa masukan-masukan dan  pengertian yang digunakan oleh Badaruddin Munthe, SH akhirnya proses mediasi mencapai kesepakatan bersama. Kedua belah pihak berhasil mengubah keputusannya untuk bercerai di Pengadilan Agama Simalungun. Mereka sepakat untuk rujuk kembali membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa  rahmah. Dengan mantap kedua belah pihak akhirnya melangkah keluar ruangan dengan hati yang lega karena permasalahan yang mengganjal hati telah terselesaikan oleh Hakim Mediator. Mediasi kali ini berhasil lagi karena usaha yang sungguh-sungguh dari Hakim Mediator  PA Simalungun.

 

WE DUA - A DUABELAS BE CE

 

(pasimalungun.net/ 28 November 2014) Dengan semangat olahraga, menjunjung sportivitas dan menggalang kebersamaan, keluarga besar Pengadilan Agama Simalungun bergotong royong menyumbang dana dan tenaga membuat lapangan badminton di lingkungan kantor PA Simalungun.

 

Dari ide yang tercetus saat menikmati coffe morning, dari kepulan asap rokok yang mengudara dan dari kombur malotup diskusi hukum dan lain-lain para pegawai untuk berusaha menjaga stamina jasmani dan ruhani menunjang etos kerja supaya berhasil maksimal, maka terlaksanalah gotong royong pembuatan lapangan tersebut hanya dalam tempo yang singkat.

 

Dengan adanya lapangan badminton yang terletak di samping kantor, ada harapan agar seluruh keluarga besar PA Simalungun  di sela-sela kesibukan bekerja dapat meluangkan waktu berolahraga, mengucurkan keringat sekaligus mengeluarkan kepadatan zat besi yang terkandung atau apapun bentuknya yang mengganggu kestabilan tubuh.

 

Semua berjalan spontan, seperti ide pembuatan, pengerjaan, sampai kepada nama. Tertulis di tengah lapangan : W2-A12 bc.( belum memakai lambang ).

W2-A12          :  merupakan kode surat untuk PA Simalungun,

Bc                    :  singkatan dari Badminton Club.

 

Hari-hari yang akan datang lapangan akan terisi dengan permainan, hari jumat pagi ataupun sore sepulang kerja.

Bersama kita bekerja, bersama kita berolahraga, Insya Allah bersama kita sehat sejahtera………


……………………………………………….jumat barokah, 28 sebelas 2014, pholes….

 

 

 

SEPASANG SUAMI –ISTERI YANG SEDANG BERPERKARA RUKUN KEMBALI SETELAH BERHASIL DIDAMAIKAN OLEH MEDIATOR DI PA.SIMALUNGUN

 

 

Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan (damai) para pihak dengan dibantu oleh mediator (pasal  1 butir 7 PERMA No. 1 Thn 2008). Semua perkara perdata wajib dimediasi kecuali: perkara niaga, pengadilan hub industrial, keberatan atas putusan bpsk dan kppu (pasal 4 PERMA No. 1 Thn 2008). Mediasi diwajibkan pada hari sidang pertama yang dihadiri para pihak (pasal 11 ayat (1) PERMA No. 1 Thn 2008).

Karena begitu besarnya manfaat mediasi dalam membantu penyelesaian sengketa, maka jajaran pimpinan dan majelis hakim PA. Simalungun selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan mediasi dengan para pihak, bukan hanya sekedar formalitas saja, namun sedikit sekali yang berhasil didamaikan. 

Seperti hari-hari biasa pada Selasa tanggal 25 November 2014 di PA. Simalungun sejak pagi telah ramai didatangi oleh masyarakat pencari keadilan, ada yang sekedar minta informasi, ada yang ingin mendaftarkan perkara dan ada yang akan mengikuti persidangan dan ada pula yang akan mengikuti proses mediasi.

Diantara perkara yang di mediasi hari itu adalah perkara cerai gugat Nomor 474/Pdt.G/2014/PA.Sim.  antara SI bt PE dengan Syd bn Kmn, yang ditangani oleh majelis hakim yang diketuai oleh Bpk. Risman Hasan, SHI, MH., dengan mediator Bpk. Drs. Asman Syarif, MHI (Wakil Ketua PA. Simalungun), hari ini adalah mediasi  tahap kedua bagi pasangan tersebut dan pada mediasi tahap pertama pihak Penggugat masih bersikukuh untuk tetap ingin bercerai, namun pada mediasi tahap kedua hari ini, walaupun pada awalnya pihak Penggugat tetap bersikeras untuk bercerai, tetapi dengan kepiawainnya Mediator berusaha memberikan berbagai saran, nasehat dan masukan untuk mengajak para pihak untuk berfikir dan merenung tentang mudharat dan akibat perceraian itu bagi kedua belah pihak dan bagi anak-anak mereka yang merupakan karunia dan amanah dari Allah SWT. Setelah melalui dialog dan diskusi yang panjang dan alot, akhirnya Alhamdulillah pasangangan tersebut menyadari kekhilafan masing-masing dan bertekad untuk sama-sama memperbaiki diri dan sepakat untuk kembali merajut cinta kasih dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan sepakat juga untuk mencabut perkaranya dan setelah mencabut perkaranya dalam sidang hari itu juga, akhir kedua bersalaman dan berpelukan dan pulang dengan wajah cerah dan hati yang damai.  

Atas keberhasilan ini Ketua PA. Simalungun memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Majelis Hakim dan Bapak Wakil Ketua sebagai mediator dalam perkara ini, dengan harapan semoga keberhasilan ini bisa menjadi penyemangat kita untuk melakukan mediasi dengan maksimal.